Penyakit Kista Ovarium Indung Telur

Penyakit kista ovarium indung telur merupakan suatu keadaan dimana adanya suatu benjolan yang isnya cairan, nanah, darah, dan juga benda padatan di dalam indung telur. Penyakit kista ovarium indung telur ini bisa menyebabkan suatu gangguan endokrin dalam bentuk peniingkatan hormon dari androgen sehingga ovulasi mengalami gangguan. Adanya penyakit kista ovarium ini bisa menyebabkan masalah folikel yang diproduksi pada indung telur namun tidak berisi sel telur.

Penyakit kista ovarium indung telur ini biasanya menyebabkan indung telur menjadi lebih berat. Dan keadaan ini biasanya memudahkan dari terjadinya suatu perputaran pada penggantung dari indung telur itu yang kemudian menjadi melilit. Jika hal ini sudah terjadi maka wanita yang bersangkutan kemudian akan merasakan nyeri yang sangat hebat sehingga garus segear dilakukan penalaksanaan dengan cara operasi.

Penyakit kista ovarium indung telur ini hanya satu. Penyakit kista yang merupakan salah satu benjolan kecil yang isinya cairan yang bisa muncul di indung telur. Penyakit kista ini biasanya kemudian akan menghilang dengan sendirinya setelah kira-kira 2-3 siklus menstruasi dan tidak menimbulkan masalah kehamdulan. Namun, jika penyakit kista ini tidak menghilang juga, dan juga setelah melakukan pengobatan kista ovarium masih ada, maka operasi memang salah satu cara yang harus dilakukan. Karena jika kista ovarium indung telur ini tidak segera dioperasi akan mengganggu reproduksi dan bisa menyebabkan masalah kemandulan terjadi.

Penyebab dari penyakit kista ovarium indung telur ini adalah karena adanya gangguan pembentukan hormon yang terjadi pada hipotalamus, hipofise, dan juga dari indung telur itu sendiri. Dan umumnya penyakit kista ovarium indung telur ini yang ukurannya masih kecil tidak menunjukkan suatu gejala atau juga rasa sakit, kecuali jika kista ini pecah atau terpuntir. Penyakit kista yang ukurannya besar dan jumlahnya banyak bisa menimbulkan suat gejala, misalnya adalah rasa sakit yang terjadi pada panggul, sakit saat melakukan hubungan seksua atau dispeurenia, dan juga mengalami suati pendarahan dari rahim yang sifatnya abnormal.

Posted in Obat Kista Ovarium | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Kista Ovarium

Kista, polycystic, ovary disease adalah suatu kondisi dimana ovarium terdapat elemen kecil (cysts) yang mempengaruhi kesuburan wanita hingga ia tidak bisa hamil.

Lebih dari 90% kista ovarium adalah jenis kista epitelial, sisanya adalah germ cell tumours (2-3%), dan sex cord-stromal tumours (5-6%). Germ cell tumours (tumor sel induk) tercatat 10-15% dari kista ovarium dalam populasi Asia danAfrika. Disgerminoma dilaporkan lebih dari 70% ditemukan pada sel induk, dan tumor granulosa merupakan jenis tersering pada sex cord-stromal tumours. Umumnya kista ovarium terdiagnosis pada wanita pasca menopause, dan tumor sel induk sering pada wanita muda pada masa pertumbuhan (umumnya pada usia 20-an).

Secara histologis (mikroskopis) sekitar 90% kista ovarium berasal dari epitelium koelomik yang secara normal melapisi permukaan ovarium. Lapisan permukaan ini bersifat multipotensial dan dapat berdiferensiasi menjadi epitel mulerian dan tipe lainnya, termasuk tipe endometrial, endoservikal, tubal, dan intestinal, yang dapat membantu menjelaskan variasi luas dari tumor epitelial yang diobservasi. Oleh karena itu, tumor epitelial permukaan di klasifikasikan sesuai dengan tipe sel dan distratifikasi sebagai jinak, borderline, dan ganas berdasarkan proliferasi seluler, atipia nuklear dan invasi stromal. Klasifikasi ini penting untuk merencanakan strategi terapi yang terbaik dan untuk mendefinisikan prognosis penyakit.

Kista ovarium dapat mempengaruhi siklus menstruasi wanita karena sistem hormonal yang terganggu. Secara alami, hormon akan meregulasi pertumbuhan sel telur di ovarium. Berbagai penelitian terus dilakukan untuk memecahkan kasus medis ini agar jumlah penderita kista dapat ditekan.

Pada kasus kista, folikel di dalam ovarium hanya sedikit. Sel telur di dalam folikel tidak matang, sehingga tidak bisa masuk ke dalam ovarium, akibatnya akan membentuk kristal di dalam ovarium.

Hal tersebut yang menyebabkan seorang wanita mandul. Folikel tidak matang dan ketidakmampuan untuk menyalurkan sel telur (proses ovulasi) sepertinya menjadi penyebab rendahnya jumlah hormon stimulasi folikel (HSF), melebihi kandungan hormon androgen di dalam ovarium.

Seorang wanita yang didiagnosis menderita kista biasanya berusia sekitar 20-30 tahun. Biasanya wanita yang memiliki kista, jika diurut berdasarkan silsilah keluarganya, ada ibu atau nenek yang mengalami gejala kista serupa.

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Kista Ovarium

Kista ovarium sering dijumpai pada kehamilan dan dapat timbul oleh korpus luteum. Korpus luteum terbentuk dalam folikel setelah ovulasi untk fertilisasi. Struktur ini merupakan kelenjar endokrin yang penting pada kehamilan dini karena mensekresi estrogen dan progestron. Ukuran dan gambaran kista ovarium penting untuk dpantau karena biasanya menghilang jika berkaitan dengan korpus luteum. Beberapa dapat tetap dijumpai pasca kehamilan atau bahkan menjadi lebih ganas. Kista yang persisten memerlukan evaluasi pascanatal.

Ada 4 faktor penyebab terjadinya kista ovarium :

- Faktor Reproduksi

Riwayat reproduksi (kehamilan-persalinan) terdahulu serta durasi dan jarak reproduksi memiliki dampak terbesar pada penyakit ini, paritas yang rendah dan infertilitas (kemandulan), menars (pertama kali mendapat menstruasi) dini dan menopause yang terlambat meningkatkan resiko untuk berkembangnya kista ovarium. Peningkatan insiden kista ovarium pada wanita lajang, biarawati, dan wanita nulipara (tidak memiliki keturunan) menunjukkan ovulasi yang teratur yang tidak diselingi dengan kehamilan, meningkatkan predisposisi wanita mengidap keganasan.

Kehamilan yang multiple (kembar) dapat meningkatkan efek protektif menghadapi perkembangan kanker ovarium. Apabila dibandingkan dengan wanita nulipara, satu sampai dua kehamilan menghasilkan resiko relatif (RR) 0,49-0,97. Wanita dengan jumlah kehamilan lebih dari tiga memiliki penurunan resiko sebanak 0,35-0,76 apabila dibandingkan dengan populasi kontrol. Faktor lain yang dapat mengurangi resiko adalah riwayat menyusui.

- Faktor Hormonal

Penggunaan hormon eksogen pada terapi gejala menopause berhubungan dengan peningkatan resiko insiden maupun tingkat mortalitas kista ovarium. Beberapa literatur menunjukkan penggunaan terapi sulih hormon jangka panjang (> 5-10 tahun) mengakibatkan peningkatan resiko 1,5 – 2,0 kali lipat. Peningkatan resiko secara spesifik terlihat pada wanita pengguna hormon estrogen tanpa disertai progesteron. Peningkatan berat badan juga memungkinkan terjadinya peningkatan resiko terjangkit penyakit ini. Beberapa penelitian menyatakan peningkatan indeks masa tubuh (IMT) saat remaja atau usia dewasa dapat meningkatkan resiko, terutama pada masa premenopause.

- Faktor Genetik

Pada umumnya kista ovarium bersifat sporadis/tidak beraturan. Pada familial/hubungan keluarga dan herediter/keturunan dilaporkan hanya 5-10%. Riwayat keluarga merupakan faktor penting dalam memasukkan apakah seorang wanita memiliki resiko terkena kista ovarium. Rata-rata, resiko seorang wanita untuk mengidap kista ovarium, resiko nya akan meningkat menjadi 4-5%. Dalam kasus dimana terdapat dua anggota keluarga yang mengidap kista ovarium, resiko pada wanita ini akan meningkat menjadi 7%.

- Faktor Lingkungan

Pada sebuah penelitian disebutkan diet wanita pengidap kanker ovarium dapat ditemukan pada pola diet Barat, yaitu tinggi daging dan sedikit sayuran. Hal tersebut kemungkinan berhubungan dengan tingginya angka insiden kista ovarium. Sayur-sayuran, tidak termasuk buah-buahan, dikatakan memiliki efek yang menguntungkan, sementara mengonsumsi tinggi daging dapat meningkatkan resiko seorang wanita mengidap kista ovarium. Beberapa penelitian juga menyatakan konsumsi tembakau meningkatkan angka kejadian kista ovarium pada wanita terutama jenis tumor musinosa.

Posted in Obat Kista Ovarium | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyembuhan Kista Ovarium

Pengobatan ovarium tergantung dari stadiumnya dan stadium kanker ovarium baru bisa ditentukan setelah dilakukan operasi (Staging Laparotomy). Sebagian besar kanker ovarium memerlukan pengobatan dengan kemoterapi. Hanya kanker ovarium stadium awal saja (stadium 1-A dan I-B dengan derajat diferensiasi sel yang baik/sedang) yang tidak memerlukan lebih dari satu jenis kemoterapi (kombinasi) untuk mendapatkan hasil pengobatan yang baik. Kemoterapi umumnya diberikan sebanyak 6 seri dengan interval 3-4 minggu sekali dengan pemantauan terhadap efek samping kemoterapi secara berkala terhadap sumsum tulang, fungsi hati, fungsi ginjal, system saluran cerna, system saraf dan system kardiovaskuler. Kadang-kadang kemoterapi lini pertama tidak memberikan respon terhadap penyakit sehingga diganti dengan kemoterapi lini kedua dengan konsekwensi biaya yang lebih tinggi.

Walaupun penanganan dan pengobatan kanker ovarium telah dilakukan dengan prosedur yang benar namun hasil pengobatannya sampai dengan saat ini belum menggembirakan termasuk pengobatan yang dilakukan dipusat kanker terkemuka di dunia sekalipun. Angka kelangsungan hidup 5 tahun (5 Years survival rate) penderita kanker ovarium stadium lanjut hanya kira-kira 20-30%, sedangkan sebagian besar penderita 60-70% ditemukan dalam keadaan stadium lanjut sehingga penyakit ini disebut juga dengan “silent killer”.

Penyembuhan kanker ovarium bisa dengan menggunakan obat hrbal, seperti :

1. Resep Pertama

Bahan-Bahan :

- 30 gram daun dewa segar
- 30 gram temu putih
- 15 gram sambiloto kering
- 800 cc air

Cara Pemakaian :

- Temu putih di potong-potong
- Kemudian cuci bersih semua bahan
- Rebus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, lalu di saring
- Minum airnya 2 kali sehari, masing-masing 200 cc

2. Resep Kedua

Bahan-Bahan :

- 30 gram benalu teh
- 30 gram kunir putih
- 30 gam temulawak
- 800 cc air

Cara Pemakaian :

- Kunir Putih di iris dan temulawak di potong-potong
- Lalu semua bahan di cuci sampai bersih
- Rebus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, lalu di saring
- Minum airnya 2 kali sehari, masing-masing 200 cc

3. Resep Ketiga

Bahan-Bahan :

- 5 gram daging buah mahkota dewa kering
- 30 gram rumput mutiara
- 600 cc air

Cara Pemakaian :

- Semua bahan di cuci bersih
- Rebus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu di saring
- Minum airnya 2 kali sehari, masing-masing 150 cc

Posted in Obat Kista Ovarium | Tagged , , , , , , , | Leave a comment