Penyebab Kista Ovarium

Kista ovarium sering dijumpai pada kehamilan dan dapat timbul oleh korpus luteum. Korpus luteum terbentuk dalam folikel setelah ovulasi untk fertilisasi. Struktur ini merupakan kelenjar endokrin yang penting pada kehamilan dini karena mensekresi estrogen dan progestron. Ukuran dan gambaran kista ovarium penting untuk dpantau karena biasanya menghilang jika berkaitan dengan korpus luteum. Beberapa dapat tetap dijumpai pasca kehamilan atau bahkan menjadi lebih ganas. Kista yang persisten memerlukan evaluasi pascanatal.

Ada 4 faktor penyebab terjadinya kista ovarium :

- Faktor Reproduksi

Riwayat reproduksi (kehamilan-persalinan) terdahulu serta durasi dan jarak reproduksi memiliki dampak terbesar pada penyakit ini, paritas yang rendah dan infertilitas (kemandulan), menars (pertama kali mendapat menstruasi) dini dan menopause yang terlambat meningkatkan resiko untuk berkembangnya kista ovarium. Peningkatan insiden kista ovarium pada wanita lajang, biarawati, dan wanita nulipara (tidak memiliki keturunan) menunjukkan ovulasi yang teratur yang tidak diselingi dengan kehamilan, meningkatkan predisposisi wanita mengidap keganasan.

Kehamilan yang multiple (kembar) dapat meningkatkan efek protektif menghadapi perkembangan kanker ovarium. Apabila dibandingkan dengan wanita nulipara, satu sampai dua kehamilan menghasilkan resiko relatif (RR) 0,49-0,97. Wanita dengan jumlah kehamilan lebih dari tiga memiliki penurunan resiko sebanak 0,35-0,76 apabila dibandingkan dengan populasi kontrol. Faktor lain yang dapat mengurangi resiko adalah riwayat menyusui.

- Faktor Hormonal

Penggunaan hormon eksogen pada terapi gejala menopause berhubungan dengan peningkatan resiko insiden maupun tingkat mortalitas kista ovarium. Beberapa literatur menunjukkan penggunaan terapi sulih hormon jangka panjang (> 5-10 tahun) mengakibatkan peningkatan resiko 1,5 – 2,0 kali lipat. Peningkatan resiko secara spesifik terlihat pada wanita pengguna hormon estrogen tanpa disertai progesteron. Peningkatan berat badan juga memungkinkan terjadinya peningkatan resiko terjangkit penyakit ini. Beberapa penelitian menyatakan peningkatan indeks masa tubuh (IMT) saat remaja atau usia dewasa dapat meningkatkan resiko, terutama pada masa premenopause.

- Faktor Genetik

Pada umumnya kista ovarium bersifat sporadis/tidak beraturan. Pada familial/hubungan keluarga dan herediter/keturunan dilaporkan hanya 5-10%. Riwayat keluarga merupakan faktor penting dalam memasukkan apakah seorang wanita memiliki resiko terkena kista ovarium. Rata-rata, resiko seorang wanita untuk mengidap kista ovarium, resiko nya akan meningkat menjadi 4-5%. Dalam kasus dimana terdapat dua anggota keluarga yang mengidap kista ovarium, resiko pada wanita ini akan meningkat menjadi 7%.

- Faktor Lingkungan

Pada sebuah penelitian disebutkan diet wanita pengidap kanker ovarium dapat ditemukan pada pola diet Barat, yaitu tinggi daging dan sedikit sayuran. Hal tersebut kemungkinan berhubungan dengan tingginya angka insiden kista ovarium. Sayur-sayuran, tidak termasuk buah-buahan, dikatakan memiliki efek yang menguntungkan, sementara mengonsumsi tinggi daging dapat meningkatkan resiko seorang wanita mengidap kista ovarium. Beberapa penelitian juga menyatakan konsumsi tembakau meningkatkan angka kejadian kista ovarium pada wanita terutama jenis tumor musinosa.


=====================================

>>> Obat Herbal Alami Untuk Mengobati Penyakit Kista, Miom dan Tumor, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Obat Kista Ovarium and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>